Guest Lecture Teknik Mesin UM Dorong Integrasi SDGs melalui Inovasi Rekayasa dan Teknologi Berkelanjutan
Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar kegiatan guest lecture internasional yang memperkuat komitmen universitas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas (SDG 4), energi bersih dan terjangkau (SDG 7), serta industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9). Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung B11 Lantai 4 Fakultas Teknik UM dengan menghadirkan dua pakar dari Universiti Malaya, Malaysia, yakni Prof. Dr. Ir. Nik Nazri Nik Ghazali dan Prof. Mohd Faizul Mohd Sabri.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UM, Prof. Dr. Andoko, S.T., M.T., menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan ilmu teknik yang berorientasi pada keberlanjutan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga memperkuat sinergi akademik menuju implementasi prinsip SDGs dalam pendidikan teknik.
Prof. Dr. Ir. Nik Nazri Nik Ghazali, pakar Evolution of Computer Simulation in Engineering, membuka sesi dengan paparan mengenai perkembangan teknologi simulasi dalam rekayasa modern. Beliau menjelaskan bagaimana pemanfaatan computer-aided engineering dan metode simulasi komputasional dapat mempercepat inovasi desain, menghemat energi, serta mengurangi limbah produksi. “Simulasi komputasional memungkinkan kita untuk menguji ribuan varian desain tanpa membuang sumber daya fisik, sehingga selaras dengan semangat efisiensi energi dan keberlanjutan,” ungkapnya.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Prof. Mohd Faizul Mohd Sabri, ahli Sustainable Energy Technologies, Nanomaterials and System Development. Dalam pemaparannya, ia menyoroti peran nanomaterial dalam menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Berbagai penelitian terkininya, menurut beliau, telah menunjukkan potensi besar nanoteknologi dalam pengembangan baterai berkapasitas tinggi, sistem pendingin efisien, hingga material penyerap energi surya. “Inovasi berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui pendekatan multidisipliner yang menyatukan sains material, rekayasa, dan kesadaran terhadap dampak lingkungan,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen Teknik Mesin UM ini berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai penerapan teknologi simulasi dan sistem energi berkelanjutan di sektor industri maupun penelitian akademik. Diskusi ini juga memunculkan gagasan baru bagi mahasiswa untuk menjadikan topik keberlanjutan sebagai fokus penelitian tugas akhir dan kegiatan inovatif di bidang rekayasa.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UM berupaya mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam kurikulum dan kegiatan akademik. Pendekatan ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran global terhadap pentingnya keberlanjutan dan efisiensi dalam perancangan sistem teknik.
Menutup kegiatan, kedua narasumber menyampaikan apresiasi terhadap atmosfer akademik UM yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Mereka menegaskan bahwa sinergi antara institusi pendidikan di Asia Tenggara berperan penting dalam mempercepat pencapaian SDGs melalui riset dan inovasi.
Guest lecture ini menegaskan posisi Universitas Negeri Malang sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan global dan berkomitmen menjadikan riset teknik sebagai motor penggerak transformasi berkelanjutan di Indonesia dan kawasan regional.