PERKUAT KOLABORASI DENGAN TPS3R TLEKUNG MELALUI MITIGASI PENCEMARAN UDARA KOTA WISATA BATU

SDGs (yang dibidik program kegiatan)

poin 9 (industry, innovation and infrastructure), poin 17 (partnerships for the goals), dan poin 11 (sustainable cities and communities)

Started (tanggal mulai)

31 Desember 2025

Ended (tanggal selesai)

31 Desember 2026

Number of participant (jumlah anggota tim pelaksana kegiatan)

10 orang

Program studi yang terlibat (sesuai anggota tim pelaksana)

5 program studi

Service hours (durasi program)

1 Tahun

Beneficiaries (penerima manfaat langsung)

TPS3R Tlekung, Batu, Malang

Location (tempat kegiatan)

Tlekung, Batu, Malang

Collaborator

Bapak Taufan

Impact scale (skala dampak)

Pada tingkat komunitas, implementasi sistem intelligent monitoring emisi insinerator TPS3R berbasis AIoT memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan pemantauan kualitas udara di Kota Wisata Batu. Ketersediaan data emisi secara real-time, sistem rekomendasi mitigasi, serta peningkatan literasi lingkungan bagi masyarakat dan pengelola TPS3R memperkuat upaya pengendalian pencemaran udara. Hal ini mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan pencapaian SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan).

Pada tingkat kelembagaan, Universitas Negeri Malang menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan dan penerapan teknologi berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk menjawab permasalahan lingkungan. Kegiatan ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan transfer teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, program ini turut meningkatkan kapasitas kelembagaan mitra dalam pengelolaan sistem monitoring lingkungan, sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Sedangkan pada tingkat kolaboratif, sinergi antara Universitas Negeri Malang, pengelola TPS3R, pemerintah daerah, dan masyarakat menciptakan ekosistem kemitraan yang saling mendukung. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga memperkuat koordinasi dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan berbasis data. Kegiatan ini sejalan dengan prinsip SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun jejaring kerja sama yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan lingkungan yang lebih baik.

 

Tlekung, Kota Batu – Dalam upaya menjawab tantangan lingkungan di kawasan wisata, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (FTUM) melalui program RKI EQUITY melaksanakan kegiatan penelitian berjudul “Sistem Rekomendasi Mitigasi Pencemaran Udara Kota Wisata Batu Memanfaatkan Intelligent Monitoring Emisi Insinerator TPS3R dengan Integrasi AIoT” yang diketuai oleh Prof. Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2026 hingga 31 Desember 2026 dengan melibatkan 10 orang anggota tim dari 5 program studi dan total durasi kegiatan selama 1 tahun. Program ini berfokus pada pengembangan sistem pemantauan emisi berbasis teknologi AIoT (Artificial Intelligence of Things) pada fasilitas pengolahan sampah TPS3R di wilayah Tlekung, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengendalian pencemaran udara di kawasan wisata Kota Batu.

Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini menargetkan pencapaian SDGs poin 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), poin 11 (Sustainable Cities and Communities), dan poin 17 (Partnerships for the Goals). Permasalahan utama yang diangkat adalah belum optimalnya sistem pemantauan emisi gas buang dari insinerator TPS3R yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara serta berdampak pada kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan di kawasan wisata.

Melalui pendekatan kolaboratif, tim penelitian merancang dan mengimplementasikan sistem intelligent monitoring berbasis sensor emisi yang terintegrasi dengan platform AIoT. Sistem ini mampu melakukan pemantauan kualitas udara secara real-time, menganalisis pola emisi, serta memberikan rekomendasi mitigasi berbasis data untuk pengelola TPS3R di Tlekung dan para pemangku kebijakan.

Proses kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan dan diskusi bersama mitra, dilanjutkan dengan perancangan sistem, pengembangan perangkat, serta pengujian di lingkungan Universitas Negeri Malang sebelum diimplementasikan di lokasi. Instalasi sistem dilakukan secara partisipatif bersama pengelola TPS3R dan masyarakat setempat, sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi.

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya literasi lingkungan dan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan. Dengan adanya sistem ini, pengelola TPS3R di Tlekung dapat melakukan pemantauan emisi secara berkelanjutan serta mengambil langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi dampak pencemaran udara. Hal ini secara langsung mendukung terwujudnya lingkungan kota wisata yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dari sisi dampak, kegiatan ini memberikan kontribusi pada tiga level utama. Pada tingkat komunitas, sistem monitoring meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menjaga kualitas udara. Pada tingkat kelembagaan, Universitas Negeri Malang menunjukkan peran strategis dalam pengembangan inovasi teknologi berbasis lingkungan. Sementara pada tingkat kolaboratif, kegiatan ini memperkuat kemitraan antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan solusi berkelanjutan.

Dengan implementasi sistem rekomendasi mitigasi berbasis AIoT ini, diharapkan Kota Batu dapat menjadi model kota wisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi cerdas dengan semangat pengabdian masyarakat mampu menghasilkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.