UM Membuka Pendidikan Profesi Insinyur dan Akuntansi

Malang, 18 April 2016, Malang-Pada tahun akademik 2016/2017 Universitas Negeri Malang (UM) membuka prodi baru yaitu Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) di Fakultas Teknik (FT), dan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) di Fakultas Ekonomi (FE). Pembukaan prodi ini dalam rangka merespon tuntutan global akan pentingnya sertifikasi profesi. Lulusannya diharapkan bisa diterima di negara lain atau paling tidak di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

UM Membuka Pendidikan Profesi Insinyur dan Akuntansi

Ada 40 perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia yang mendapatkan mandat sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Insinyur. Dekan FT, Dr. Andoko, S.T., M.T, menyampaikan bahwa alasan UM dipilih karena memenuhi salah satu indikator yaitu terakreditasi A. Pendidikan di prodi PPI dirancang selama satu hingga dua semester dengan total SKS 24, dengan  porsi pendidikan teorinya 30% dan lapangan 70 %. Fakultas Teknik akan berkolaborasi dengan Persatuan Insinyur Indonesia yang tentu pengajarnya insinyur yang bersertifikat madya.

Daya tampung yang disediakan sejumlah 60 orang untuk empat prodi yaitu Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Informatika. Sasaran prodi PPI ada 4 kualifikasi yaitu sarjana teknik, sarjana sains terapan (D IV), pendidikan teknik, dan sains. Hanya saja bagi lulusan sarjana teknik dan sarjana terapan bisa langsung mendaftar tetapi bagi lulusan pendidikan teknik dan sains harus mempunyai pengalaman di bidang enginering atau di industri manufaktur selama 3 tahun baru bisa mengikuti sertifikasi profesi.

“Manfaat mengikuti prodi ini selain mendapat pengakuan secara internasional, dasar hukum di UU No 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran  juga juga menggariskan bahwa pekerja yang lulusan perguruan tinggi tidak bisa langsung diserahi tanggung jawab dan harus disertifikasi lewat pendidikan profesi. Begitu juga sebaliknya, kalau industri atau lembaga memperkerjakan lulusan yang belum mendapatkan sertifikat profesi juga akan mendapat sanksi”, ujar Dekan FT.

Sementara itu Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) di Fakultas Ekononi dibuka karena karena SDM akuntan di fakultas sudah sangat memenuhi syarat dan ditambah lagi ada sekitar tiga orang yang juga praktisi di akuntan publik. Dekan FE, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., yang didampingi Koordinator Prodi PPAk sekaligus D III Akuntansi, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M. Ak., CA. menyampaikan bahwa masa pendidikan di PPAk ditempuh selama 2 semester dengan 7 mata kuliah dan total sks 21.

Kurikulum yang digunakan pada prodi PPAk dan modul pengajar serta mahasiswa sudah terkonsep secara nasional dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sehingga kampus penyelenggara  tidak bisa membuka mata kuliah sendiri sehingga PPAk di seluruh Indonesia memiliki kualitas yang sama. Prodi PPAk di UM memiliki keistimewaan yang tidak semua program PPAk di Indonesia miliki, yaitu, lulusan nantinya akan mendapatkan gelar Certified Public Accountant (CPA) hasil kerjasama dengan Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Hingga saat ini sudah ada 12 pendaftar di Prodi PPAk di UM dari kuota yang disediakan 20 orang.

Penulis: Nike V. Yuarko/ Suhardi
Editor: Moch. Syahri

Sumber: http://www.um.ac.id/