Dosen Tata Busana Mendapatkan The Best National Costume Malaysia

Malang: Raihan The Best National Costume menjadi kado tahun baru yang istimewa bagi Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. Pasalnya, Kamis, 31 Desember 2015 Dosen Tata Busana Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM) ini mengukir prestasi fantastis sebagai desainer terbaik, setelah karnyanya memenangi kontes Miss Tourism International 2015 kategori The Best National Costume.

slide_Penghargaan Tata Busana

Perhelatan akbar tesebut diselenggarakan di Ballroom Hotel Marriot Putrajaya Kuala Lumpur Malaysia. Event tahunan  ini sangat bergengsi karena memperbutkan Miss Tourism International. Kali ini Malaysia yang menjadi tuan rumah, sedangkan pelaksana kegiatan adalah Yayasan El-Jhon Internasional bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata setiap negara peserta.

Sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam Miss Tourism International,  baru kali ini Indonesia menorehkan prestasi gemilang. Raihan The Best National Costume membuka cakrawala akan perkembangan desainer Indonesia. Terbukti melalui penghargaan ini, menunjukkan bahwa dunia fashion bukan hanya milik Perancis, Tiongkok, maupun Amerika.

Dalam laman akun pribadinya, Dosen FT UM ini menyampaikan kegembiaraannya yang luar biasa. “Saya baru pertama kali mengikuti event ini.  Tidak menyangka dipercaya sebagai desainer nasional costum Indonesia. Kemudian saya sangat terkejut sekali manakala rancangan desain saya terpilih sebagai juara”, ungkapnya.

Sebenarnya ada dua penghargaan utama dalam event tersebut yaitu, Miss Tourism International dan The Best National costume. Masing masing hanya diambil satu pemenang. Sayangnya predikat Miss Tourism International jatuh ke negara sahabat Philipina, sedangkan Best National Costume dimenangkan oleh Indonesia. Masing masing pemenag mendapatkan piagam penghargaan, tropy atau piala, dan banyak lagi berupa hadiah hiburan.

Dengan tambahan torehan prestasi ini, makin menambah koleksi dosen berprestasi yang ada di lingkungan UM. Hal ini semakin mengokohkan UM sebagai kampus The Learning University yang mengakomodasi para civitas akademika UM untuk berkarya baik dari bidang akademik maupun nonakademik.

Diharapkan prestasi ini dapat tertular kepada para mahasiswa umumnya dan para pendidik (dosen) untuk memacu diri dalam karya-karya fantatis, yang dapat mengangkat kiprah UM menuju kampus unggulan dan rujukan. Bukan hanya bergeming di kawasan regional maupun nasional, tetapi UM mematok target menjadi kampus kelas dunia (World Class University).  [Sumber: um.ac.id]