Uji Organoleptik Kulit Hakaw Tepung Tangmien Substitusi Tepung Sagu

Hakaw merupakan salah satu jenis dimsum. Dimsum istilah dari bahasa China ( dianxin ) yang artinya adalah “ makanan kecil”. Dimsum dikonsumsi antara makan pagi dan makan siang ( brunch ) . Dimsum terdiri dari berbagai macam makanan kecil yang biasanya merupakan hidangan pendamping minum teh yang dalam bahasa China disebut yamcha. Kulit hakaw berbahan dasar tepung tangmien yang berciri khas menghasilkan adonan kulit transparan sehingga isinya di dalam dapat terlihat. Tangmien adalah pati gandum yang dalam istilah lainnya adalah starch, starch merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air dingin. Biasanya digunakan untuk adonan kulit dimsum karena sifatnya yang transparan apabila diberi air panas sehinga isi didalamnya dapat terlihat.

            Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen tentang pembuatan pembuatan kulit hakaw yaitu komposisi tepung tangmien substitusi tepung sagu dengan persentase berbeda yaitu  10%, 20%, dan 30%. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik dan tingkat kesukaan panelis meliputi kejernihan dan plastisitas.Masing masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali. Analisis data yang digunakan adalah analisis Sidik Ragam dan apabila ada perbedaan maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).

Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata pada kejernihan dan plastisitas terhadap kulit hakaw subtitusi tepung sagu 10%,20%,dan 30% . Skor tertinggi kejernihan pada kulit hakaw substitusi 10%  adalah jernih (3,63),  skor tertinggi pada plastisitas ialah kulit hakaw pada substitusi 10% adalah plastis (3,38).

Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata pada tingkat kesukaan panelis terhadap kejernihan dan plastisitas kulit hakaw subtitusi tepung sagu 10%, 20%, dan 30%. Skor tertinggi pada tingkat kesukaan panelis terhadap kejernihan kulit hakaw substitusi tepung sagu 10% yaitu suka (3,56),  sedangkan skor tertinggi pada tingkat kesukaan panelis terhadap  plastisitas kulit hakaw substitusi tepung sagu 10% yaitu suka (3,25).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah substitusi tepung sagu dalam pembuatan kulit hakaw menghasilkan kejernihan dan tingkat plastisitas yang semakin berkurang.

Rukmi, Eline Wijaya. 2009