Persepsi Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Program Keahlian Restoran Se-Kota Malang Terhadap Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw

Penelitian tentang persepsi Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Program Keahlian Restoran Se-Kota Malang Terhadap Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw ini bersifat deskriptif, karena bertujuan untuk memperoleh gambaran obyektif  persepsi guru tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase.

Hasil penelitian ini yaitu dari 25 responden yang telah mengisi angket yaitu 88% guru pernah mendengar tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw, dari data tersebut diketahui bahwa 24% responden yang pernah mendengar dan memahami tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw, sedangkan 32% responden yang sekedar mendengar dan sekedar memahami tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw. Responden memperoleh sumber informasi tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw yaitu 36% dari membaca buku, 12% dari internet, 12% dari teman, dan 4% dari materi kuliah pada saat menempuh perkuliahan. Persepsi guru terhadap pengertian pembelajaran kooperatif model jigsaw sebanyak 96% memiliki persepsi sangat baik, persepsi guru terhadap karakteristik pembelajaran kooperatif model jigsaw sebanyak 52% yang memiliki persepsi baik, persepsi guru terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif model jigsaw sebanyak 64% memiliki persepsi sangat baik, persepsi guru terhadap evaluasi pembelajaran kooperatif model jigsaw sebanyak 72% memiliki persepsi sangat baik.

Diketahui bahwa persepsi guru terhadap pembelajaran kooperatif model jigsaw, yaitu sebagian besar memiliki persepsi sangat baik, sebagian kecil memiliki persepsi baik, tidak seorang pun yang memiliki persepsi cukup baik, dan sebagian kecil memiliki persepsi tidak baik. Sebagian besar responden yang paham terhadap pembelajaran kooperatif model jigsaw, diketahui kurang dari setengahnya responden yang pernah melaksanakannya, dan memiliki persepsi bahwa waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan model jigsaw lebih banyak.

Berdasarkan hasil temuan penelitian yaitu sebagian kecil responden tidak pernah mendengar tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw, sehingga disarankan untuk responden tersebut lebih banyak membaca buku, mencari informasi dari internet, dan sering bertanya dengan teman sejawat. Kurang dari setengahnya responden memiliki persepsi pengajar memiliki kontrol penuh atas kelas dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw, dan  pernyataan tersebut tidak sesuai dengan maksud dari pembelajaran model jigsaw maka seharusnya responden yang telah/pernah melaksanakan, sebaiknya didasari oleh pemahaman bahwa pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang berbasis pada siswa (learner centered). Rekomendasi/saran untuk lembaga terkait supaya sering mengikutsertakan guru dalam seminar atau kegiatan-kegiatan untuk mengetahui metode-metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dan untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian berupa persepsi guru tentang bagaimana pelaksanaan pembelajaran kooperatif model jigsaw, kendala-kendala yang dihadapi, dan mata diklat yang seperti apa/yang tepat digunakan pada pembelajaran kooperatif model jigsaw

Andriani, Rita. 2009