Pengaruh Penambahan Tetes Tebu (Dengan Kadar 0%; 0,25%; 0,50%; 0,75% dan 1% Dari Volume Air) Terhadap Kemampuan Kuat Tekan Bata Beton

Bata beton adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton itu. Bahan tambahan adalah bahan yang dicampurkan pada waktu beton masih segar dengan kadar tertentu untuk mencapai sifat beton yang ingin dituju.

Peneliti terdahulu menejelaskan bahwa bahan yang mengandung gula dapat digunakan sebagai bahan additive untuk meningkatkan kuat tekan beton. Berdasarkan penelitian tersebut digunakan tetes tebu sebagai bahan tambahan pada pembuatan bata beton.

Salah satu penghasil tetes tebu adalah Pabrik Gula (PG) Wonolangan, Probolinggo.Tetes tebu selama ini dimanfaatkan untuk bahan tambahan pakan ternak dan pupuk. Oleh karena itu perlu terobosan lain dalam penggunaannya diantaranya sebagai  tambahan untuk pembuatan bata beton.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan bata beton normal tanpa tambahan tetes tebu dengan bata beton yang diberi bahan tambahan tetes tebu dengan kadar bervariasi. Kuat tekan adalah keadaan dimana suatu benda berada tepat akan hancur akibat menahan beban tiap satu satuan luas permukaan.

Metode penelitian eksperimental semu post test dengan variasi penambahan tetes tebu sebagai variabel bebas dan kuat tekan bata beton sebagai variabel terikat. Uji Anova dilakukan untuk uji bersama dan uji Tukey untuk uji berpasangan. Variasi kadar penambahan tetes tebu sebesar 0% (kelompok A) sebagai kelompok kontrol; 0,25% (kelompok B) sebagai kelompok perlakuan; 0,50% (kelompok C) sebagai kelompok perlakuan; 0,75% (kelompok D) sebagai kelompok perlakuan dan 1% (kelompok E) sebagai kelompok perlakuan. Benda uji masing-masing variasi kadar berjumlah 20 buah.

Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) penambahan tetes tebu 0% rerata kuat tekan 8,8 Mpa kelas mutu D. (2) penambahan tetes tebu 0,25% rerata kuat tekan 15,05 Mpa kelas mutu C. (3) penambahan tetes tebu 0,50% rerata kuat tekan 10.50 Mpa kelas mutu D. (4) penambahan tetes tebu 0,75% rerata kuat tekan 10,38 Mpa kelas mutu D. (5) penambahan tetes tebu 1% rerata kuat tekan 10 Mpa kelas mutu D. (6) ada perbedaan yang signifikan rerata kuat tekan bata beton normal tanpa bahan tambahan tetes tebu dengan bata beton yang diberi variasi kadar penambahan tetes tebu. (7) hasil uji Tukey kelompok A vs kelompok B; kelompok B vs C; kelompok B vs kelompok D dan kelompok B VS kelompok E mengalami perbedaan yang signifikan dengan p-value = 0,000. (8) penambahan 0,25% menghasilkan rerata kuat tekan tertinggi sebesar 15,05 Mpa

Faris, Salman. 2015. Pengaruh Penambahan Tetes Tebu (Dengan Kadar 0%; 0,25%; 0,50%; 0,75% dan 1% Dari Volume Air) Terhadap Kemampuan Kuat Tekan Bata Beton. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas     Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Bambang Djatmiko, S.T, M.T. (II) Ir. Titi Rahayuningsih, M.Si