Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Bus Antar Kota Dalam Propinsi(AKDP) Trayek Bojonegoro-Surabaya

Sarana angkutan umum harus dimaksimalkan sebaik mungkin, selain untuk menarik pengguna jasa angkutan umum serta dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan angkutan umum untuk masa mendatang, karena saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Masalah yang muncul dari bus antar kota  trayek Bojonegoro-Surabaya yaitu ketika penumpang harus menunggu waktu yang cukup lama saat operator bus mencari penumpang, atau biasa disebut dengan istilah “ngetem”, kemudian ketika melajukan kendaraan yang terlalu kencang, sehingga sopir bus ugal-ugalan ketika dijalan , hal-hal ini yang membuat sebagian penumpang terkadang malas menggunakan bus sebagai sarana perpindahan tempat. Mempertimbangkan masalah ini, maka diperlukan kinerja pelayanan angkutan umum bus trayek Bojonegoro-Surabaya.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kinerja pelayanan angkutan umum bus antar kota dengan trayek Bojonegoro-Surabaya, yang mana kinerja pelayanan mencangkup aksesibilitas, kerapatan,kecepatan, headway, faktor muat (load factor), waktu tunggu, utilitas, dan waktu perjalanan.

Pengumpulan data menggunakan metode penyebaran angket untuk mendapatkan informasi mengenai aksesbilitas, wawancara terhadap supir untuk mengetahui besaran utilitas bus, dan survei on board untuk mendapatkan jumlah penumpang, waktu antara (headway), kecepatan perjalanan, aksesibilitas menuju terminal. Analisis data menggunakan alat bantu berupa software Microsoft excel.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pelayanan angkutan umum bus antar kota trayek Bojonegoro-Surabaya cukup baik bila ditinjau dari segi aksesibilitas dan headway, dan tidak tidak ideal ketika ditinjau dari segi besarnya kerapatan yang terlalu kecil 0,1491 kend/km dan kurang dan kurang dr standar yang telah di tentukan, dan untuk kecepatan rata-rata bus 38,26 km/jam yang belum memenuhi standar yang ada 25 km/jam (Dirjen Perhubungan Darat). Kinerja angkutan umum yang ditinjau dari waktu tunggu yang tidak melebihi 10-20 menit (World Bank), dan waktu perjalanan yang tidak melebihi waktu maksimal 2-3 jam (Dirjen Perhubungan Darat), sementara utilitas yang mencapai 490 km/kend/hari dalam kondisi jaringan jalan yang baik tidak ideal dengan standart yang ada 230-260 km/kend/hari (World Bank), dan load factor rata-rata 64,75% dan 65,20% yang kurang dari 70% (Dirjen Perhubungan Darat) juga mengakibatkan kurang idealnya kinerja pelayanan bus.

Rachmawati, Surya, Anita. 2015. Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Bus Antar Kota Dalam Propinsi(AKDP) Trayek Bojonegoro-Surabaya. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sugiyanto, S.T, M.T, (II) Pranoto, S.T., M.T.