Kajian Kualitas Fasilitas Jembatan Penyeberangan dan Perilaku Pengguna di Kota Malang

Jembatan penyeberangan di Kota Malang dibuat untuk mengatasi konflik antara pejalan kaki dengan lalu lintas yang berpengaruh bagi keselamatan, keamanan, kenyamanan dan ketertiban lalu lintas, sehingga perlu ditinjau efektifitasnya.

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian kondisi fisik jembatan penyeberangan orang dengan peraturan Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga 1995, menilai tingkat pemanfaatan jembatan penyeberangan orang, dan mengetahui perilaku penyeberang terhadap pemanfaatan jembatan penyeberangan orang di Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Objek penelitian ini adalah seluruh jembatan penyeberangan orang yang ada di Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survai, observasi dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari  tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) sebagian besar jembatan penyeberangan di Kota Malang masih belum sesuai dengan ketentuan yang ada, seperti tinggi ruang bebas yang hanya jembatan penyeberangan Jl. Jenderal Basuki Rahmad yang sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Tidak terdapatnya saluran pembuangan pada konstruksi jembatan penyeberangan yang ada di Kota Malang, (2) berdasarkan perhitungan prosentase hasil penelitian menempatkan tingkat pemanfaatan jembatan penyeberangan Jl. Jenderal A. Yani Utara keberadaanya tidak bermanfaat, begitu juga dengan jembatan penyeberangan Jl. Jenderal A. Yani, pada jembatan penyeberangan Jl. Jaksa Agung Suprapto keberadaannya sangat bermanfaat, pada jembatan penyeberangan Jl. Jenderal Basuki Rahmad keberadaan jembatan cukup bermanfaat, pada jembatan penyeberangan Jl. Merdeka Utara keberadaan jembatan bermanfaat, (3) tingkat pemanfaatan penggunaan jembatan penyeberangan ditinjau dari perilaku penyeberang yaitu, pada lokasi Jl. Jenderal Ahmad Yani Utara tergolong tinggi, begitu juga pada Jl. Jaksa Agung Suprapto dan Jl. Jenderal Basuki Rahmad sedangkan Jl. Jenderal Ahmad Yani dan Jl. Merdeka Utara tergolong rendah.

Jembatan penyeberangan tetap bisa digunakan dengan pagar pengaman sepanjang 100 meter pada median, anjuran pemerintah dan ketegasan hukum, serta perawatan mengingat pentingnya faktor keamanan dan keselamatan (safety) pejalan kaki dan lalu lintas.

Wisudawan, Muhammad Toga. 2015. Kajian Kualitas Fasilitas Jembatan Penyeberangan dan Perilaku Pengguna di Kota Malang. Skripsi,  Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Supriyanto, S.T, M.T., (II) Ir. Henri Siswanto, M.T.