Analisis Kenyamanan Akustik pada Perumahan Sekitar Terminal Arjosari

Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu kelengkapan dasar fisik lingkungan, sehingga hal tersebut dituntut untuk memenuhi kenyamanan akustik agar pemilik dapat menikmati kenyamanan dalam rumah tersebut. Sehingga kenyamanan akustik merupakan hal yang perlu dipertimbangkan saat melakukan aktivitas dalam perumahan. Penelitian ini menggunakan persepsi warga tentang kenyamanan akustik yang diterima dan faktor yang mempengaruhi kenyamanan akustik perumahan akibat aktivitas Terminal Arjosari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat intensitas suara yang diterima perumahan akibat aktivitas terminal arjosari, mengetahui persepsi tentang kenyamanan perumahan dan mengetahui faktor yang mempengaruhi kenyamanan akustik perumahan. Kenyamanan akustik perumahan dipengaruhi oleh noise barrier, jarak perumahan, luas dan arah bukaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Cara pengambilan sampel random sampling sehingga jumlah sampel 32 rumah. Penelitian dilakukan dengan observasi kondisi fisik rumah, persepsi warga, jarak rumah, tinggi noise barrier, arah bukaan dan tingkat intensitas suara.

Hasil analisis menjelaskan bahwa: (1) tingkat intensitas suara yang diterima sebesar 55-64 dB sehingga kategori bising dikarenakan telah melebihi batas ambang kebisingan, meskipun itu menurut persepsi penghuni mereka tetap merasa nyaman dengan besar suara dikarenakan sudah biasa atau sudah peka dengan tingkat suara yang cukup besar, (2) Persepsi warga tentang kenyamanan akustik mereka menjawab nyaman sebesar 78% dari jumlah warga menjawab dan 22% menjawab sangat nyaman dikarenakan mereka sudah peka dengan kondisi lingkungan perumahan yang dekat perumahan, (3) Nilai signifikansi korelasi intensitas suara dengan persepsi kenyamanan warga menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan, begitu juga luas bukaan dan jarak tidak memiliki hubungan dengan persepsi kenyamanan warga. Karena menurut mereka sudah terbiasa dan peka dengan tingkat intensitas suara yang cukup besar akibat aktivitas terminal arjosari.

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Warga yang sudah terbiasa tinggal di lingkungan yang terkena dampak kebisingan sekitar yang cukup tinggi, akan tetap merasa nyaman dan tidak terganggu karena sudah mampu beradaptasi dengan kondisi perumahan.

Wicaksono Mochammad Hendy. 2016. Analisis Kenyamanan Akustik pada Perumahan Sekitar Terminal Arjosari. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Apif M. Hajji, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D, (II) Imam Alfianto, S.T., M.T