Pengaruh Variasi Suhu Carburizing Menggunakan Media Arang Tempurung Kelapa Sawit Terhadap Persentase Peningkatan Unsur Karbon dan Kekerasan Pada Permukaan Baja St 37

Purwosari, Deni.2013. Pengaruh Variasi Suhu Carburizing Menggunakan Media Arang Tempurung Kelapa Sawit Terhadap Persentase Peningkatan Unsur Karbon dan Kekerasan Pada Permukaan Baja St 37. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Univeritas Negeri Malang. Pembimbing (I) Suprayitno, S.T., M.T., (II) Drs. Wahono, S.T., M. Pd.,

Kata Kunci: Carburizing, Variasi Suhu, Tempurung Kelapa Sawit, Peningkatan Unsur Karbon, Kekerasan.

Carburizing atau dapat disebut karbonasi adalah memanaskan bahan sampai suhu 900oC – 950oC dalam lingkungan yang menyerahkan karbon lalu dibiarkan beberapa waktu lamanya pada suhu tersebut dan kemudian didinginkan (Amanto, 2006 :85). Pada proses carburizing baja yang digunakan adalah baja yang memiliki unsur karbon rendah karena sifatnya yang ulet/lunak akan mudah dibentuk akan tetapi memiliki kekerasan yang rendah. Baja ini tidak dapat dikeraskan dengan cara konvensional karena kadar karbonnya yang rendah, perlu adanya media atau lingkungan sebagai penambah karbon. Tempurung kelapa sawit merupakan limbah dari proses produksi minyak kelapa sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan hanya dimanfaatkan sebagian kecil kebutuhan saja, misalnya sebagai bahan untuk membuat arang dan bahan bakar alternatif ketel uap sebagai pengganti batu bara. Agar pemanfaatan tempurung kelapa sawit menjadi optimal perlu adanya penelitian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh pengarbonan menggunakan media tempurung kelapa sawit terhadap persentase peningkatan unsur karbon dan kekerasan (2) Perbedaan nilai peningkatan unsur karbon dan kekerasan menggunakan suhu 850 oC, 900 oC dan 950 oC.

Berdasarkan data yang diperoleh penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Sehingga data–data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa angka-angka hasil dari pengujian setelah dilakukan perlakuan. Berdasarkan permasalahan yang diteliti maka penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen, karena penelitian ini berusaha untuk menemukan ada tidaknya pengaruh variasi suhu carburizing menggunakan media arang tempurung kelapa sawit terhadap persentase peningkatan unsur karbon dan kekerasan pada permukaan Baja St 37. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) peningkatan unsur karbon pada permukaan baja St 37 pada suhu 850 oC sebesar 0,27%, pada 900 oC sebesar 0,31% dan pada 950 oC sebesar 32%, dan peningkatan kekerasan pada suhu 8500C sebesar HB =396,8, pada suhu 9000C sebesar HB=516 dan pada suhu 9500C sebesar HB= 590. (2) Berdasarkan hasil pengujian kekerasan dan kandungan karbon ketiga spesimen yang dikarburasi menggunakan suhu 850 oC , 900 oC dan 950 oC ternyata nilainya berbeda.