Pengaruh Pemasangan Variasi Main Jet terhadap Unjuk Kerja dan Emisi Gas Buang pada Penggunaan Bahan Bakar Pertamax Sepeda Motor Suzuki Shogun R

Dalam proses pembakaran pada motor bensin empat langkah Suzuki Shogun R sering terjadi beberapa kerugian yang mengakibatkan tidak terjadinya pembakaran sempurna dalam ruang bakar. Sehingga motor bawaan pabrik ini memiliki beberapa kekurangan, yaitu motor sulit untuk melaju kencang pada putaran tinggi, tidak bertenaga saat melewati jalan yang menanjak dan yang lebih penting polusi yang ditimbulkan sangat berbahaya dan merusak.

Main Jet adalah saluran bahan bakar dalam karburator yang berfungsi menyalurkan bahan bakar, baik pada kecepatan rendah atau pada saat kecepatan tinggi. Seperti yang telah diketahui pertamax yang sering dipakai sudah dalam bentuk cair, jadi dengan penggunaan main jet standar bawaan dari pabrik belum tentu cocok digunakan dalam alternatif ini, karena main jet tersebut didesain utuk bahan bakar bensin. Walaupun demikian tidak juga dengan seenaknya menggunkan main jet dengan variasi tertentu untuk mendapatkan performa yang bagus dengan bahan bakar pertamax tetapi juga harus diketahui dampak negatif dalam pengantian variasi main jet yaitu hasil dari emisi gas buang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian pemasangan variasi main jet terhadap daya yang dihasilkan dan untuk mengetahui pengaruh penggantian pemasangan variasi main jet terhadap emisi gas buang pada penggunaan bahan bakar pertamax.

Penelitian ini mengguakan analisis hasil anova satu arah. Pengujian dilakukan pada rpm 2500, 2750, 3000, 3250, 3500, 3750, 4000, 4250, 4500 dan rpm 4750. Untuk pengambilan data daya dan emisi dilakukan dengan beban tak tentu dan pada gigi 4 ( gigi rasio 4 ), untuk menjaga keabsahan data dilakukan delapan kali pengujian tiap rpm pada tiap main jet.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggantian pemasangan variasi main jet terhadap unjuk kerja (daya motor) dan emisi gas buang sepeda motor Suzuki Shogun R pada setelan udara standar. Daya tertinggi dihasilkan oleh main jet 75 mm, yaitu pada Rpm 4750 didapatkan hasil 13,25 HP, daya yang dihasilkan lebih tinggi dari main jet 65 mm, 67.5 mm, dan 71 mm. Daya terendah dihasilkan oleh main jet 65 mm, yaitu pada Rpm 4750 didapatkan hasil 12,75 HP, daya yang dihasilkan lebih rendah dari main jet 67.5 mm, 71 mm dan 75 mm. Kadar CO tertinggi dihasilkan oleh main jet 75 mm, yaitu pada Rpm 4750 didapatkan hasil 5,58 %vol, kadar CO yang dihasilkan lebih tinggi dari main jet 65 mm, 67.5 mm dan 71 mm. Kadar CO terendah dihasilkan oleh main jet 65 mm, yaitu pada Rpm 4750 didapatkan hasil 4,36 %vol, kadar CO yang dihasilkan lebih rendah dari main jet 67.5 mm, 71 mm dan 75 mm. Kadar HC tertinggi dihasilkan oleh main jet 75 mm, yaitu pada Rpm 4750 didapatkan hasil 569,00 ppm, kadar HC yang dihasilkan lebih tinggi dari main jet 65 mm, 67.5 mm dan 71 mm. Kadar HC terendah dihasilkan oleh main jet 65 mm, yaitu pada Rpm 4750 didapatkan hasil 434,33 ppm, kadar HC yang dihasilkan lebih rendah dari main jet 67.5 mm, 71 mm dan 75 mm.

Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dengan hasil terbaik pada putaran mesin 4750 rpm menggunakan main jet 75 mm dengan daya 13,25 HP, emisi CO dan HC 5,58 %vol dan 569,00 ppm, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, misalnya penelitian mengenai pengaruh pemasangan variasi main jet terhadap konsumsi bahan bakar yang lebih detail dan efisiensi thermal sepeda motor Suzuki Shogun R.

 

Fazal M, Rio. 2014. Pengaruh Pemasangan Variasi Main Jet terhadap Unjuk Kerja dan Emisi Gas Buang pada Penggunaan Bahan Bakar Pertamax Sepeda Motor Suzuki Shogun R. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd, (2) Drs. Paryono, S.T., M.T.