Perbedaan Kadar Gas Buang berdasarkan Variasi Putaran Mesin dan Jenis Bahan Bakar pada Mesin Suzuki Type GC-415

Dalam memproduksi mobil, produsen juga dituntut untuk memperhatikan masalah pencemaran lingkungan mengingat sebagian besar polusi lingkungan disebabkan oleh industri dan produk gas buang kendaraan bermotor. Gas buang ini sangat berbahaya pada kesehatan manusia dalam jangkan waktu panjang. Maka dari itu banyak hal yang dilakukan untuk menangani masalah polusi udara yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini adalah (1) Membandingkan kadar gas buang CO dan HC antara penggunaan jenis bahan bakar premium, pertamax 92, dan pertamax 95 pada kendaraan Suzuki type GC-415; (2) Membandingkan kadar gas buang CO dan HC pada kendaraan Suzuki type GC-415 saat putaran mesin rendah, menengah, dan tinggi untuk penggunaan jenis bahan bakar premium, pertamax 92, dan pertamax 95; (3) Interaksi antara variasi putaran dan jenis bahan bakar premium, pertamax 92, dan pertamax 95 yang berpengaruh terhadap kadar gas buang.

Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium FT UM untuk menguji kadar gas buang pada mesin Suzuki type GC-415 yang menggunakan bahan bakar premium, pertamax 92, dan pertamax 95. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk menguji efek dari suatu perlakuan atau desain baru dengan membandingkan satu atau lebih kelompok dengan perlakuan baru terhadap satu atau lebih kelompok lain tanpa perlakuan. rancangan yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah rancangan factorial 3 x 2 yang terdiri dari kandungan gas buang (CO dan HC); jenis putaran mesin rendah, menengah, dan tinggi; serta jenis bahan bakar premium dan pertamax.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan yang signifikan kadar gas buang CO dan HC pada mesin type GC – 415 antara jenis bahan bakar premium, pertamax 92, dan pertamax 95. Kadar gas buang CO lebih rendah pada jenis bahan bakar premium daripada jenis bahan bakar pertamax 92 dan pertamax 95 pada mesin type GC – 415. Sedangkan kadar gas buang HC lebih rendah pada jenis bahan bakar pertamax 95 daripada jenis bahan bakar premium dan pertamax 92 pada mesin type GC – 415; (2) Ada perbedaan yang signifikan kadar gas buang CO dan HC pada mesin type GC- 415 antara putaran mesin rendah, menengah, dan tinggi. Kadar gas buang CO lebih rendah pada putaran rendah daripada putaran mesin menengah dan tinggi pada mesin type GC – 415. Sedangkan kadar gas buang HC lebih rendah saat putaran tinggi daripada saat putaran mesin rendah dan menengah pada mesin type GC – 415; (3) Ada pengaruh yang signifikan kadar gas buang CO dan HC antara penggunaan jenis bahan bakar (premium, pertamax 92, dan pertamax 95) dengan putaran mesin saat putaran rendah, menengah, dan tinggi. Kadar gas buang CO lebih rendah pada penggunaan jenis bahan bakar premium saat putaran rendah daripada kadar gas buang CO pada penggunaan bahan bakar premium saat putaran mesin menengah dan tinggi, serta pada penggunaan bahan bakar pertamax 92 dan pertamax 95 pada saat putaran mesin rendah, menengah, dan tinggi pada mesin type GC – 415. Sedangkan kadar gas buang HC lebih rendah pada penggunaan jenis bahan bakar pertamax 95 saat putaran tinggi daripada kadar gas buang HC pada penggunaan jenis bahan bakar pertamax 95 pada putaran rendah dan menengah, serta pada penggunaan jenis bahan bakar premium dan pertamax 92 pada saat putaran mesin rendah, menengah, dan tinggi pada mesin type GC – 415.

Aisyah. 2012. Perbedaan Kadar Gas Buang berdasarkan Variasi Putaran Mesin dan Jenis Bahan Bakar pada Mesin Suzuki Type GC-415. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syamsul Hadi, M. Pd., M. Ed., (2) Dr. Syarif Suhartadi, M. Pd.