Pengaruh Metode Penyayatan Dan Sudut Buang Pahat Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Hasil Bubut Rata Menggunakan Pahat ASP 23/Vannadis 23

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh metode penyayatan pembubutan  mengunakan pahat ASP23/Vannadis 23 terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil bubut rata. (2) Pengaruh sudut buang pahat ASP23/Vannadis 23 terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil bubut rata.(3) Pengaruh metode penyayatan pembubutan dan sudut buang pahat ASP23/Vannadis 23 terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil bubut rata. Penelitian ini dilakukan di Gedung G2 Work Shop Mesin Universitas Negeri Malang, waktu penelitian tanggal 8-25 November.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, variabel bebas penelitian ini adalah metode penyayatan dan sudut buang pahat. Metode penyayatan yang digunakan adalah metode penyayatan miring 80o dan 100o dan metode penyayatan orthogonal 90o. untuk sudut buang pahat adalah 14o, 16o, dan 18o dengan sudut potong 75o.  Objek pada penelitian ini adalah bahan ST-37. Bentuk benda kerja silindris dengan diameter 19,8 mm, panjang 15 mm dengan sampel 9 benda kerja dan dilakukan 4 sampai 7 kali pengambilan nilai kekasaran. Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengukuran kehalusan permukaan menggunakan alat ukur surface test roughness, dimana hasilnya berupa nilai kekasaran (µm). Varian teknik analisis data menggunakan two ways anova/analisis dua jalan sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Untuk uji normalitas menggunakan Uji Kolmologrov-Smirnov dan untuk uji homogenitas menggunakan Uji Laverne’s.

Hasil penelitian iai adalah pada Sudut buang (γ) 18o didapat rata-rata yang paling rendah yaitu 2,28 µm termasuk kelas N7 jika dibandingkan dengan hasil kekasaran permukaan pahat bersudut buang 14o dan 16o. Pada metode penyayatan orthogonal/sudut 90o diperoleh tingkat kekasaran permukaan yang lebih halus jika dibadingkan dengan metode penyayatan miring 80o dan 100o diperoleh rata-rata 1,6 µm, kekasaran ini termasuk kelas N7. Jadi pada  penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Ada pengaruh metode penyayatan pembubutan  mengunakan pahat ASP23/Vannadis 23 terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil bubut rata. (2) Ada pengaruh sudut buang pahat ASP23/Vannadis 23 terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil bubut rata. (3) Ada pengaruh metode penyayatan pembubutan dan sudut buang pahat ASP23/Vannadis 23 terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil bubut rata.

Disarankan perlunya dilakukan penelitian terkait geometri dan metode penyayatan dengan atau tanpa pendingin agar didapat hasil temuan hasil permukaan paling baik. Untuk mahasiswa pahat ASP 23/Vannadis 23 dapat digunakan untuk bahan praktikum. Dan untuk user/pelaku industri digunakan untuk proses permesinan sehingga diharapkan pekerjaan menjadi efektif dan efisien.

Satriya Hadi, Fajar. 2012. Pengaruh Metode Penyayatan Dan Sudut Buang Pahat Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Hasil Bubut Rata Menggunakan Pahat ASP 23/Vannadis 23. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd.
(II) Drs. H. Sunomo, M.Pd.