Pengaruh Jenis Media Pendingin terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Logam Las Plat Baja St-60 Dengan Pengelasan MIG/MAG.

Pengelasan merupakan penyambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pengelasan memegang peranan yang penting dalam dunia industri, khususnya dunia industri yang berkaitan dengan logam. Diantara berbagai macam model pengelasan, las MIG/MAG merupakan pengelasan yang sangat efektif karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan pengelasan lainnya.

Kekuatan tarik pada sambungan logam las dipengaruhi oleh keadaan struktur logam yang terbentuk pasca pengelasan. Media pendingin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi bentuk struktur logam las, dengan menggunakan media pendingin pasca pengelasan memungkinkan terjadinya difusi hydrogen yakni masuknya unsur udara dan air ke dalam struktur logam las.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kekuatan tarik maksimum sambungan logam las plat baja St 60 pada pengelasan MIG/MAG dengan menggunakan media pendingin air, pelumas (oli) dan udara; (2) besar perpanjangan sambungan logam las plat baja St 60 pada pengelasan MIG/MAG dengan menggunakan media pendingin air, pelumas (oli) dan udara; (3) kekuatan luluh (yield point) sambungan logam las plat baja St 60 pada pengelasan MIG/MAG dengan menggunakan media pendingin air, pelumas (oli) dan udara; (4) pola retak masing-masing sambungan logam las plat baja St 60 pada pengelasan MIG/MAG dengan menggunakan media pendingin air, pelumas (oli) dan udara.

Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis pada penelitian ini adalalah dengan membandingkan data hasil pengujian tarik. Objek penelitian ini adalah baja karbon menengah St 60 yang kemudian diberi perlakuan pengelasan dan pendinginan dengan media pendingin yang berbeda.

Hasil penelitian rata-rata kekuatan tarik tertinggi pada sambungan las plat baja St 60 terdapat pada penggunaan media pendingin udara sebesar 200,12 N/mm2, serta memiliki regangan sebesar 3,11%. Sedangkan rata-rata kekuatan tarik terendah terdapat pada penggunaan media air sebesar 150,67 N/mm2, serta regangan sebesar 2,33%. Kekuatan tarik dan regangan pada penggunaan media pelumas(oli) berada diantara media udara dan air sebesar 170 N/mm2 dan 2,6 %. Laju pendinginan berpengaruh terhadap hasil pengujian tarik. semakin cepat laju pendinginan pasca pengelasan maka akan semakin menurunkan kekuatan tarik pada sambungan logam las palat baja St 60.

Hanafi, Ahmad. 2012. Pengaruh Jenis Media Pendingin terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Logam Las Plat Baja St-60 Dengan Pengelasan MIG/MAG. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd., (II) Drs. H. Abdul Qolik, M. Pd, M.M.