Penerapan Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Studi pada Proyek Pembangunan Kantor Pemerintahan Batu (Block Office)

Sistem kesehatan dan keselamatan kerja atau SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan jasa kontruksi secara keseluruhaan dalam rangka pengendalian resiko yang brkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman,efisien dan produktif. Tujuan SMK3 adalah menciptakan suatu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi, dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan, dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Metode yang digunakan pada studi ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penerapan SMK3. Metode ini dipakai untuk mengukur tingkat keberhasilan penerapan SMK3 pada proyek pembangunan gedung Pemerintahan Kota Batu berdasarkan hasil penyebaran kuesioner. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner. Penyebaran kuesioner diberikan kepada 26 responden. Hasil analisis data di peroleh kesimpulan sebagai berikut, Tingkat keberhasilan penerapan SMK3 di proyek pembangunan gedung Pemerintahan Kota Batu dengan perincian; Kebijakan K3 (92.08%), Perencanaan (95.67 %), Penerapan dan Operasi Kegiatan (95.93 %), Evaluasi (94.4%) dan Tinjauan Manajemen (83.3%), maka diper oleh total penerapan SMK3 sebesar 92.29 % yang tergolong mencapai nilai yang baik karena bernilai > 85% dan kategori nomor 3 yaitu tingkat pencapaian 85-100% yang pengertiannya layak untuk diberi sertifikat dan peringkat bendera emas.

Sudah adanya kerjasama antara para karyawan/staff manajemen dengan pekerja dalam pelaksanaan program K3, tapi demi mencapai sasaran zero accident harus selalu ada pengawasan dan monitoring penerapan K3 secara rutin, kesadaran para pekerja dan pegawai untuk mematuhi dan menerapkan pedoman K3 yang sudah di buat,tetapi sebaiknya selalu di ingatkan pentingnya K3 sebelum memulai suatu pekerjaan agar terciptanya rasa aman dan nyaman pada saat bekerja, adanya sosialisai tentang pentingnya K3 terhadap seluruh pekerja dan pegawai, namun sosialisai harus dilakukan secara berkala dan apabila ada pekerja dan pegawai yang melanggar peraturan yang sudah  ada maka harus di tindak tegas sesuai peraturan yang ada serta perlu adanya Reward dan Punishment kepada pegawai dan pekerja.

Budiarto, Bayu. 2015. Penerapan Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Studi pada Proyek Pembangunan Kantor Pemerintahan Batu (Block Office). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil dan Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Numenius Bambang Revantoro, S.T., M.T. (II) Drs. Mujiyono, M.Pd.